httphttp://ukrinyaqin-bisa.blogspot.com
Minggu, 01 September 2013
Selasa, 14 Mei 2013
Senin, 08 April 2013
GADIS BUTA, BISU, TULI
ENGKAU LEBIH CANTIK DARI BULAN PURNAMA
oleh:
MUHAMMAD YASIR
GADIS BUTA, BISU, TULI
MAHMUD Al-Mishri menceritakan kisah berikut ini dalam bukunya, “Laa
tahzan wab tasim lilhayah” Dahulu, ada seorang pemuda alim bernama Tsabit bin
Nu’man. Suatu hari , ia memasuki sebuah
kebun apel. Karena sudah seharian belum makan, ia pun memetik satu buah apel
lalu memakan separuhnya, setelah itu ia berjalan menuju sungai untuk minum.
Tiba-tiba
ia sadar,”Celaka engkau wahai Tsabit, bagaimana engkau bias memakan hasil
tanaman kebun ini, tanpa terlebih dahulu
meminta izin kepada pemilik kebun….?”batinya menyesal. Tsabit mencari
pemilik kebun dan meminta darinya kehalalan apel yang telah dimakannya.” Saya
takut, makanan yang tidak halal ini akan mencelakakanku di kemudian hari,’ Kata
Tsabit setelah menceritakan perbuatannya.
Pemilik
kebun berkata, “ Demi Allah, aku tidak akan ridha dengan perbuatanmu, sebelum
engkau memenuhi satu syarat yang kuajukan kepadamu.” Tsabit bin Nu’’man
bertanya,’ Apakah syarat itu wahai tuan..? Pemilik kebun “ Engkau harus
menikahi putriku satu-satunya..! Tsabit bin Nu’man heran,”Apa.? Aku harus
menikah dengan putrimu? Pemilik kebun menjawab. “ iya. Tapi Putriku adalah
seorang gadis yang BUTA, BISU, DAN TULI.’ Meski terkejut, Tsabit bin Nu’man
berkata dalam hati.”Aku tidak mungkin
menikah dengan gadis buta, bisu dan tuli. Tapi, dari pada Allah
memasukkan aku ke dalam neraka-nya dan meminum nanah karena aku memakan buah
apel yang tdak halal, maka aku harus menerima tawaran pemilik kebun ini. Aku
takut kepada Allah.”
Berhari-hari
Tsabit nin Nu’man membayangkan akan menjalani hidup dengan seorang wanita cacat. Ia terus dihinggapi rasa was-was, hingga katika
Tsabiit di persilahkan memasuki bilik pengantin, Laa haula wala quawata illa
billah, gadis itu langsung menyambutnya dengan ucapan, ‘ Assalamualaikum.”
Tsabit seakan tak percaya, seolah-olah a sedang memandang bidadari
surge.
Tsabit yang terkejut bertanya,” Apa yang
terjadi…? Ayahmu mengatakan bahwa engkau adalah gadis buta, tuli, dan bisu,
padahal kenyataannya kau adalah wanita yang sempurna.
Gadis
itu menjawab,” Ayahku telah berkata jujur.
-
Allah. Aku tidak pernah
berbicara kepada seorang laki-laki yang
bukan mahramku.
-
Aku juga gadis Tuli, karena
aku tidak pernah duduk di majelis tempat
para wanita betah berlama-lama membicarakan kejelekan saudaranya., Aku tidak
pernah terlibat dengan pembicaraan yang tidak pernah mendatangkan manfaat
kepada diriku dan agamaku.
-
Aku juga Buta, karena aku
tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan Allah.
Subahanallah,
Allah telah mempertemukan dua hamba yang saleh dalam satu mehliga rumah tangga
yang bahagia dan penuh kedamaian
HIDAYAH CINTA DI AL-AZHAR
ENGKAU LEBIH CANTIK DARI BULAN PURNAMA
oleh:
MUHAMMAD YASIR
HIDAYAH CINTA DI AL-AZHAR
KISAH …….dahulu, seorang pemuda datang dari
sebuah desa terpencil untuk talaqqi di Universitas Al-Azhar. Ia merantau ke
mesir membawa impian besar dan harapan mendalam bahwa kelak ia menjadi seorang
alim rabbani. Ia ingain menjadi da’I yang ihklas membantu agama Allah, seiklas
para ulama dahulu yang kisahnya telah banyak di baca.
Untuk
menuntut ilmu, setiap pagi ia menghadiri halaqah di Masjid Al-zhar. Di situlah
ia mendulang ilmu-ilmu fikih, tafsir, hadits, adab, balaghah, dan ilmu-ilmu
keislaman lainnya. Dengan demikian takzim, setiap hari ia duduk mendengar kan
ucapan syaikh yang menyampaikan pelajaran, dan petuah-petuah hikmah.
Namun
keadaannya berbeda sejak beberapa bulan terakhir. Kiriman uang sekedarnya dari
orangtuannya yang bekerja sebagi petani di kampong, tak kunjung tiba. Dan sudah
beberapa hari, uang persediaanya habis setelah ia mencoba bertahan dengan
menghemat sisa uangnya.
Kebutuhan
sehari-harinya mulai terganggu. Bahkan, sering kali dalam sehari perutnya
tidaktuannya yang bekerja sebagi petani di kampong, tak kunjung tiba. Dan sudah
beberapa hari, uang persediaanya habis setelah ia mencoba bertahan dengan
menghemat sisa uangnya.
Kebutuhan
sehari-harinya mulai terganggu. Bahkan, sering kali dalam sehari perutnya tidak
tersentuh sepotongpun makanan. Keadaan itu sering membuat tidak mampu
berkonsentrasi tersentuh sepotongpun makanan. Keadaan itu sering membuat tidak
mampu berkonsentrasi penuh terhadap setiap pelajaran yang disampaikan syaikh.
Hingga
si suatu hari, ia tak bias lagi menahan rasa lapar yang mendera perutnya. Maka,
aia memutuskan meninggalkan sejenak halaqah syaikh, dengan harapan di luar
sana, ia dapat menemukan sepotong roti untuk mengganjal perutnya yang semakin
lama semakin perih karena lapar.
Ia
terus berjalan menelusuri jalan dan lorong di sekitar Kampus Al-Azhar. Tanpa .
Tanpa ia sadari, ia sudah berada di sebuah lorong sempit dan tidak jauh dari
tempat ia berdiri. Pandangannnya tertuju kepada sebuah bangunan rumah yang
terlihat lebih mewah dari rumah sekeliling sekelilingnya. Pintu rumah itu
terbuka lebar dan tidak terliahat siapapun di dalam rumah tersebut. Pemandangan
yang menggoda siapa saja untuk masuk dan menjarah harta bendanya.
Ketika
tak menemukan seorang pun, ia memutuskan
masuk ke dalam rumah makan, ia mendapati hidangan makanan yang tertera
rapi diatas meja seolah disiapkan untuk
satu jamuan. Aroma makanan betul-betul menggoda selerah, menggugah perutnya
yang perih diderah rasa lapar.
Saat
akan menyuap makanan tersebut ke dalam mulutnya, seketka ia sadar ,’ Karena
ilmu adalah cahaya Allah. Dan cahaya itu takkan dikaruniakan pada pelakunya maksiat.” Nasehat imam
Asy-syafi’I kepada Waqi’bin jarrah terngiang di telinganganya.
Sungguh
memasukan makanan haram ke dalam perut walaupun hanya secuail roti adalah bagian dari bagian dari
menghalangi cahaya itu. Ia percaya
mustahil menggabungkan antara cahaya dan kegelapan dalam suatu ruang. Dengan
perut yang masih sangat lapar, ia memutuskan untuk kembali ke halaqah syaikh.
Di tempat iatu, masih Nampak para mahasiswa yang lain sedang khuyuk
mendengarkan syarah yang disampaikan syaikh.
Setelah
pelajaran syaikh baru saja usai, tiba-tiba saja seorang wanita separuh baya
menghampiri syaikh. Lalu keduanya terlibat pembicaraan serius. Tak satu pun
yang hadir saat itu medengarkan pembicaraan mereka.
Tak
lama kemudian, syaikh memanggil sang pemuda, “Wahai Abdullah, kemarilah!”
pemuda menjawab “ Labbaika ya syaikh, kenapa tiba-tiba syaihk memanggilku?”
Begini bagaimana pendapatmu jika kamu
menikah?”ujar syaihk”. Dengan terkejut pemuda itu menukas,”Apa? Apakah syaikh
sedang bercanda dengan ku? Demi Allah, sudah tiga hari ini perutku tidak pernah
tersentuh makanan sedikit pun, istriku mau diberi makan apa, wahai syaikh.?”
“dengarkanlah.
Sesungguhnya wanita tua ini mengeluhkan kepadaku, kalau suaminya baru saja
meninggal dunia. Suaminya meninggalkannya bersama Aisyah, putri satu-satunya ,
dan mewarisi harta dunia yang melimpah. Ibunya ingin segera menikahkannya
dengan seorang pemuda saleh, atas pertimbanganku. Ia membutuhkan menantunya
nanti akan membantunya mengelolah harta warisan, peninggalan ayahnya. Bagaimana
?”
Seakan
tak percaya, pemuda itu menjawab, ‘kalau demikian, baiklah syaikh, terima kasih
atas perhatianya , saya siap menikah dengannya.
Tak
menunggu lama, mereka segera berjalan menuju
kediaman aisyah . saaat akan memasuki rumah, yang ternyata adalah rumah
yang ia masuki sebelumnya, tiba-tiba saja pemuda itu meneteskan air mata.
Syaikh
bertanya,”Mengapa engkau menangis wahai Abdullah.. tanyanya keheranan.” Apakah
kau merasa terpaksa menikah dengan gadis ini?”
“Bukan,
ya syaikh. Buakan karena itu. Tetapi, belum lama, aku memasuki rumah ini.
Hampir saja aku mengambil makanan yang diatas meja itu. Tetapi, aku teringat
kalau makanan itu bukanlah miliku dan aku tidak boleh memakannya tanpa seizing
pemilknya. Jika aku memakannya, itu berarti aku memasukan makanan yang haram
kedalam perutku. Karena itu, aku segera meninggalkannya karena takut kepada
Allah. Tapii, subahanallah, kini Allah mengembalikannya kepadaku dengan cara
yang halal.”
Syaikh
bertasbih,” Maha suci Allah yang pernah berfirman : ‘Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukkan
jalan keluar baginya, dan memberikanya rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangka.” ( Ath-Thalaq:2-3)
Akhirnya, pemuda dan gadis itu dinikahkan oleh syaikh dan
disaksikan ibu Aisyah, serta orang-orang yang di cintainya. Subanallah, pemuda
desa itu rela mendapatkan limpahan rahmat karena rela meninggalkan sesuatu yang
bukan miliknya, ia tidak saja menikah Aisyah, tetapi juga mewarisi harta
kekayaan ayahnya. Cinta itu datang dengan sendirinya, karena buah dari
kejujurannya.
Ketakitannya
kepada Allah mengalahkan segala-galanya. Karena itulah, Allah memberikan yang
ban yak dari pada yang sudah ia tinggalkan.
TIGA MACAM WANITA
ENGKAU LEBIH CANTIK DARI BULAN PURNAMA
oleh:
MUHAMMAD YASIR
TIGA MACAM WANITA
IBNU HABIB…. Mengisahkan, dahulu ada seorang laki-laki yang bersumpah tidak
akan menikah. Ia meminta pandangan kepada seratus orang.
Hal
itu dikarenakan ia telah menerima perlakuan buruk dari beberapa orang wanita.
Setelah meminta pendangan kepada Sembilan
puluh Sembilan orang, masih ada satu orang yang belum dimintai pandangannya,
lalu , ia pun pergi untuk menlengkapi jumblah orang yang akan dimintainya pandangan.
Selama lama berjalan, kebetulan ia bertemu
dengan seorang laki-laki gila yang sedang berada di jalan dengan wajah yang
kotor kehitaman. Ia mengenakan kalung
tulang dilehernya. Sementara itu sebatang kayu ia letakkan dibawah selangkangannya
sambil berbicara sendiri seolah ia sedang menunggang kuda.
Setelah
menyampaikan salam , lelaki iti pun kemudian bertanya, “ Aku mau bertanya tentang satu masalah barang kali
kau dapat memberi jawaban,” orang gila mejawab,’ Bertanyalah apa saja. Tetapi
janagan sekali-kali menanyakan sesuatu yang bukan urusanmu,”
Ia
kemudian menceritakan bahwa dirinya pernag mendapat perlakuan buruk dari
wanita, dan ia telah bersumpah tidak akan menikah hingga meminta pandangan
kepada seratus orang dan orang gila inilah yang keseratus yang di mintai
pendapat.
Orang gila itu kemudian memberikan jawaban
seperti layaknya orang arif nan bijak dengan berkata,”ketahuilah bahwa wanita
ada tiga macam: satu baik untukmu, sati lainya tidak baik untukmu, dan satu
lagi wanita yang tidak baik untukmu tetapi juga tidak jelek untukmu.
Wanita
yang baik untukmu ialah wanita cantik nan lembut yang belum pernah dikenal
laki-laki sebelummu. Apabila ia melihat suatu kebaikan, ia memuji dan apabila
melihat keburukan ia menutupinya. Sedangkan, wanita yang tidak baik untukmu
ialah yang mempunyai anak dari salinan engkau kemudian ia mengurus hartamu dan
memberikan kepada anaknya. Ia tidak berterimakasih kepadamu meskipun engkau
bekerja membanting tulang untuknya. Adapun wanita yang tidak baik untukmu
tetapi tidak jelek untukmu ialah wanita yang sebelumnya pernah menikah dengan
selain engkau. Apa bila melihat keburukan, ia mengingat suami pertamanya.
Itulah perihal wanita yang telah aku jelaskan padamu. Pahamilah, jika ingin menikah, nikahilah yang paling baik, jika
tidak, maka janagan!
Laki-laki
itu menjadi penasaran, lalu bertanya, Demi Allah, siapakah sebenarnya engkau
ini?” orang gila itu menjawab, ‘ tidakkah aku telah tmemberi syarat agar kau
tidak bertanya tentang sesuatu yang bukan urusanmu?”
PEREMPUAN BERBAHASA AL – QUR’AN
ENGKAU LEBIH CANTIK DARI BULAN PURNAMA
oleh:
MUHAMMAD YASIR
PEREMPUAN BERBAHASA AL –
QUR’AN
Abdullah bin Mubarak menuturkan bahwa ketika naik haji ke Baitullah
Al-haram dan berhizrah ke masjid Nabi di madinah, ia berjumpa dengan seorang
perempuan tua memakai kerudung wol.
Ibnu
Mubarak mengucapkan salam padanya,” Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.” Perempuan tua itu menjawab “ salam sejahtera, sebagian ucapan selamat dari rabb yang maha penyayang.”(Yasin: 58)
Ibnu
Mubarak berkata,” Semoga Allah
merahmati engkau. Apa yang engkau lakukan di tempat ini..?” perempuan tua itu
menjawabnnya, ‘ Barang siapa yang allah sesatkan maka tidak ada baginya petunjuk
jalan.” ( Al-A’raf: 186). Mendengar jawabannya, ibnu Mubarak paham
kalau perempuan tua itu tersesat dijalan.
Lalu
iapun bertanya,” Kemana engkau hendak pergi…?,” Perempuan tua itu menjawab,”
Maha Suci Allah yang telah mengisra’kan hamba-nya pada suatu malam dari
Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.” ( Al-israa: 1) ia pun tahu bahwa perempuan ini telah selesai mengerjakan haji dan ia ingin kembali ke Baitul Maqdis (Palestina)
Ibnu
Mubarak berkata,” Sejak berapa lama engkau di tempat ini..? Perempuan tua itu
menjawab, Tiga malam berturut-turut .” ( Maryam:10 )
Ibnu
Mubarak berkata,”Aku tidak melihat makanan bersamamu, lalu engkau makan apa?
Perempuan tua itu menjawab, “ Allah yang memberiku makan dan minum.”
(Asy-Syu ara: 79 )
Ibnu Mubarak berkata,”Sekarang bukan bulan Ramadhan…! Perempuan
tua itu menjawab,” Dan barang siapa mengerjakan
kebajikan dengan kerelaan hati, maka, sesungguhnya Allah maha memberi
pahala dan maha mengetahui.” ( Al-baqarah : 158)
Ibnu Mubarak berkata,”Kita dibolehkan
tidak puasa ketika dalam perjalanan.” Perempuan tua itu menjawab,”Berpuasa
itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya.” (Al-Baqarah:184)
Ibnu
Mubarak berkata,”Mana air wudhumu?” Perempuan tua itu menjawab, “
Lalu jika tidak menemukan air maka bertayamumlah dengan debu yang baik,”
(An-Nisa : 43)
Ibnu
Mubarak berkata,”Mengapa engkau tidak berbicara seperti bicaraku..?” Perempuan
tua itu menjawab,” Tidaklah ada satu ucapan pun yang diucapkan kecuali
ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir,’ ( Qaf : 18 )
Ibnu
Mubarak berkata,”Manusia apa sebenarnya engkau ini..?” Perempuan tua itu menjawab,”
Janganlah mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengalihan dan hati
semuanya itu akan dimintai tanggung
jawab.” ( Al-Isra : 36 )
Ibnu Mubarak berkata,”Aku telah melakukan kesalahan, maka berilah
aku jalan keluar.? Perempuan tua itu menjawab, “ Tidak perlu menyesalkan bagi
kalian hari ini, Allah pasti mengampuni kalian.”( Yusuf : 92 )
Ibnu
Mubarak berkata,”Maukah engkau mengandari untaku ini, agar dapat menyusul
rombonganmu..?’ Perempuan tua itu menjawab,” Kebaikan apa ppun yang engkau lakukan ,
Allah pasti mengetahuinya.” ( Al-Baqarah 197 )
Ibnu
Mubarak berkata,”Maka aku pun mendudukan untaku.” Perempuan tua itu menjawab.”
Katakan kepada orang-orang beriman, hendaknya mereka menundukkan pandangan
mereka.” ( An-Nur 30 )
Lantas
Ibnu Mubarrak pun memalingkan pandangannya dari perempuan itu, lalu berkata,”
Sekarang naiklah.”Namun ketika hendak naik, unta itu tiba-tiba bangaun lalu
lari dan baju perempuan itu sobek.
Perempuan
tua itu berkata,’ Musibah apa pun yang menimpa kalian, itu adalah akibat dari perbuatan
tangan kalian.”( Asy-Syu’ara :30)
Ibnu
Mubarak berkata,”Bersabarlah, hingga aku dapat menjinakkan dan mengikat unta
itu.”Perempuan tua itu berkata” Lalu kami beri peringatan tentang hukum kepada
sulaiman.”( Al-Anbiyaa: 79) Setelah dapat dikuasai, Ibnu Mubarak kemudian
mengikat unta itu.
Ibnu
Mubarak berkata,”Sekarang , naiklah.”Perempuan tua itu kemudian naik, dan
berkata,”Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini untuk kami, padahal
sebelumnya kami tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali
kepada Tuhan kami.” (Az-zukhruf:13-14)
Lalu, ibnu
mubarrak pun memegang kendali untanya dan memacu larinya sambil berteriak keras. Perempuan tua
itu berkata.’” Dan sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya
seburuk-buruknya suuara adalah suara keledai.( Luqman: 19)
Ibnu mubarrak pun kemudian berjalan pelan-pelan sambil
mendendangkan bait-bait syair. Perempuan tua itu berkata.” Maka bacalah apa yang mudah
bagimu dari Al-Quran.(Al-Muzammil;20)
Ibnu
mubarrak berkata ,” Engkau telah dianugrahi kebaikan yang sangat banyak.”
Perempuan tua itu berkata, ‘ Dan hanya orang-orang yang berakallah yang
dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.’( Al-baqarah ; 269 )
Ibnu
Mubarak berkata,”Apakah engkau mempunyai suami..?’ Perempuan tua itu menjawab,
‘ Hai
orang-orang yang beriman, janganlah menanyakan sesuatu yang jika diterangkan
kepadamu kalian niscaya akan menyusahkan kalian.”( Al-maa’ida: 101 )
Ibnu
mubarrak kemudian diam , tidak mengajak bicara lagi hingga rombongan nya
terlihat dan ia dapat menyusulnya.
Inmu
mubarrak berkata .” itukah khafilamu? Siapa saudaramu di dalam kafilah itu? Perempuan tua itu menjawab,” Harta
benda dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (Al-khafi :46) ibnu
mubarrak mengerti bahwa perempuan tua itu memiliki anak-anak.
Ibnu
mubarrak berkata,”Bagaimana keadaan mereka pada waktu ibada haji?” Perempuan
tua menjawab.” Dan dia ciptakan tanda-tanda petunjuk jalan dan dengan bintang-bintang
itulah mereka mendapat petunjuk.” ( An-nahl: 16 )
Ibnu
Mubarak mengerti dengan jawabannya itu bahwa mereka menjadi penunjuk jalan
dengan melihat kubah-kubah, bangaunan-bangunan dan letak bintang.
Ibnu
mubark berkata.’ Siapa yang berada disana?
Perempuan
tua itu menjawab “ Dan Allah menjadikan Ibrahim kesayangannya.”( An-nisa ;125) “ Dan Allah
berbicara kepada musa secara langsung.”( An-nisa : 164) wahai yahya, ambillah
al-kitab itu dengan sungguh-sungguh.” ( Maryam: 12) Lalu ibnu Mubarak
memanggil ketiga nama itu. Segeralah para pemuda itu dating menyambut
panggilannya, lalu mereka duduk berdekatan.
Perempuan
tua berkata ,” Maka surulah salah seorang
diantara kalian pergi kekota dengan membawa uang perakmu ini dan
hendaklah ia lihat, manakah makanan yang lebih baik, lalu hendaklah ia membawa
makanan itu untuk kalian.” ( Al-kahfi:19 )
Kemudian salah seorang dari mereka pergi, lalu kembali dengan
membawa makan an untuk dihidangkan kepadaku. Perempuan tua itu mempersilahkanku
untuk makan sambil berkata , “Makanlah dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan atas apa yang
telah kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” ( Al-haqqah: 24 ).
Setelah makan, ibnu Mubarak memandang muka ketiga pemuda itu, karena rasa penasaran yang semakin
menguat.
Dia
berkata,”Aku ingin tahu tentang ibu kalian ini.” Mereka menjawab bahwa sejak
empat puluh tahun yang lalu ia tidak berbicara selain dengan ayat-ayat Al-quran
karena khawatir salah berbicara.
Ibnu
Mubarak berkata,” Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia
kehendaki dan Allah Maha luas lagi Maha mengetahui.” ( Al-maidah :54 )
Langganan:
Postingan (Atom)






